Hindari kesan buruk dan ajarkan berbudi luhur, warga baru PSHT gelar baksos tanam pohon 

Dipusatkan di lapangan lereng Gunung Merbabu, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ratusan calon warga baru PSHT cabang Boyolali yang berpusat di Madiun Jawa Timur, Minggu (1/6) pagi mengikuti giat pendadaran.

Update: 2025-06-02 14:29 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Dipusatkan di lapangan lereng Gunung Merbabu, Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ratusan calon warga baru PSHT cabang Boyolali yang berpusat di Madiun Jawa Timur, Minggu (1/6) pagi mengikuti giat pendadaran.

Disampaikan koordinator kegiatan pendadaran, warga PSHT Cabang Boyolali Pusat Madiun, Darmanto, sebanyak 610 siswa calon warga baru PSHT mengikuti pendadaran yang dilakukan satu tahun sekali.

“Kegiatan pendadaran calon warga baru PSHT, kemudian ada pemaparan materi dan dilanjutkan senam dan jurus,” kata Darmanto.

Dikatakan lebih lanjut, setelah dilakukan pendadaran, para calon warga baru PSHT tersebut melanjutkan bakti sosial (baksos) penanaman pohon dan baksos kepada warga kurang mampu di ranting Gladagsari.

“Penanaman ada tiga jenis pohon dan ditanam di kawasan lereng Gunung Merbabu di wilayah Gladagsari, kemudian adik-adik nanti juga membagikan sembako kepada warga kurang mampu sebanyak 55 di ranting Gladagsari,” kata Darmanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (2/6). 

Darmanto menyampaikan, bahwa di ranting Gladagsari banyak perkembangan cukup dan hampir 80 persen warga di Gladagsari mengikuti PSHT.

“Dari ranting Gladagsari ini perlu support dari cabang, karena perkembangannya cukup pesat hampir 80 persen warga disini mengikuti PSHT,” jelas dia.

Darmanto mengatakan, bahwa ranting Gladagsari kedepan dapat menjadi contoh ranting yang lainnya.

“Di Gladagsari ini merupakan bagian dari lereng Gunung Merapi, adanya penanaman pohon tersebut sangat tepat dan sekaligus menanggulangi erosi atau antisipasi bencana alam salah satunya tanah longsor." kata Darmanto.

Kegiatan ini diharapkan  kepada warga baru PSHT untuk bersatu dan tidak mudah terpecah belah serta terprovokasi dengan berita hoax yang dapat menyulitkan anggota.

“Mari kita sama sama belajar berbudi luhur, tahu benar dan salah serta belajar berorganisasi untuk bisa menjadikan PSHT pusat Madiun bisa lebih bagus dan berkembang lebih baik,” katanya .

Darmanto menambahkan, kegiatan ini sekaligus menghindari imej buruk di tengah tengah masyarakat, dimana ajaran ajaran PSHT tersebut merupakan ajaran berbudi luhur.

“Kegiatan ini nantinya akan disampaikan kepada adik adik kita di tingkat ranting dan di tempat latihan. Bahwa PSHT merupakan ajaran berbudi luhur,” pungkas Darmanto 

Tags:    

Similar News